Sunday, September 24, 2017

Kuliner ayam geprek Mas Djenggot



Ayam Geprek, hidangan kuliner dengan ayam yang ditumbuk dengan ulekan dan campuran bumbu-bumbu khasnya ini memang sedang nge-hits dikalangan ibu kota, tidak terkecuali di Kota Bekasi. Ya, saat ini begitu mudah kita dijumpai menu makanan yang sarat akan khas super pedass dan aroma bawang putihnya ini.

Salah satunya Ayam geprek Kedai Mas Djenggot yang terletak di JL. Dewi Sartika No. 49 Margahayu Bekasi Timur.

Ayam geprek yang memiliki tagline "Salam pedas manja" ini sudah tidak asing lagi di JL Dewi Sartika dan mahasiswa/i kampus sekitar Bekasi Timur. Jika anda Mahasiswa/i di Kampus daerah Bekasi Timur tetapi belum tau kuliner yang satu ini berarti anda tidak update.

Tidak mengherankan kerap kali ditemui sekumpulan mahasiswa/i yang makan disini, karena Kedai Mas Djenggot menawarkan diskon 10% bagi mahasiswa/i yang masih aktif hanya dengan menunjukan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) dan diskon 15% bagi anda yang follow IG : @kedai_masdjenggot dan @eatsteak.id dan untuk kunjungan pertama, anda bisa akumulasikan diskonnya. Uuih luar biasa ya, sangat pas dengan kantong mahasiswa.


Selain gurih, pas, mantap disini juga menyediakan free untuk tambah nasi. "Gue banget nih"

Tidak sekedar ayam geprek, Owner sekaligus pengelola kuliner alumni Adminiatrasi Negara Unsoed 90" ini menyediakan varian menu lain seperti yang bisa anda lihat di foto.


Anda juga bisa kunjungi kedainya di CFD (Car Free Day) Kota Bekasi di depan Kantor pengadilan Agama yaa..


Yuk Gaes, cobain gurih dan pedas manjanya ayam geprek yang bertaburan krispi dari hasil karya Mas Djenggot cs.

#SalamPedasManja

Labels: , ,

Sunday, September 10, 2017

Cerita pagi ini di Warung kopi

Seperti biasa, pagi ini gue awali aktivitas dengan secangkir kopi panas. Tapi ada yang berbeda kopi yang gw nikmatin kali ini.

Yups... Bukan ngopi di kosan gue tapi kopi kali ini sengaja dibikinin, bukan sama istri tapi di Warkop yang kebetulan lewat dan memang hanya mampir sejenak untuk ngopi.

Kenapa ga ngopi di Rumah sebelum jalan?

Mungkin gue terlalu percaya diri menganggap ada pertanyaan demikian dipikiran temen-temen.

Perjalanan pagi ini emang bukan dari kos-kosan VIP gue itu, tapi gue emang baru pulang nginep di Rumah temen di daerah pinggiran Kota Bekasi.

Setelah nyaris semalaman begadang banyak hal yang didiskusikan atau sharing pengalaman yang insya Allah banyak  manfaat. Mulai dari hal ringan, saling cerita pengalaman sampai hal yang menurut gue cukup berat untuk saat ini ya.

Nah... Menurut temen-temen kira-kira apa nih?
yups... betul jika ada yang menebak masalah nikah, pra nikah, setelah menikah dan seputarnya kehidupan pasca menikah termasuk kondisi keuangan juga.
Ko berat sih?
yups guys ma'lum ane bukan praktisi, tepatnya sih belum ya.. Insya Allah ..

Pada intinya dari sekian banyak segmen obrolan, yang pengen gue bahas disini itu pas kita bahas tentang memuliakan tamu dan perbanyak silaturahim.

Terdengar sederhana namun susah dilakuin, apalagi orang seperti kalian ini yang punya duit pas-pasan hehee... (gue juga ). Bahasanya "boro-boro buat neraktir temen, gue sendiri aja susah". Bukan cuma neraktir aja ya, pokonya berbagi. Kadang hal itu yang menjadi penghalang kita untuk silaturahim. Mungkin sudah tidak asing dengan pepatah jawa yang akan gue tuliskan disini, mengatakan "Mangan ora mangan seng penting ngumpul". Tentu, temanya aja silaturahim sudah paati isi dari tulisan disini sustu perkumpulan yang banyak membawa manfaat, bukan perkumpulan didalam kemaksiatan.

Sebenernya lagi, teori tentang ini gw udah khatam nih guys.. tapi ya itu, kadang nih ya, sesekali ada sedikit perasaan nolak, apalagi saat gw lagi boke se-boke bokenya. Padahal amal itu tergantung niat.
Astagfirullah..

Pertama: memuliakan tamu, ini sesuai dengan hadits rosulullah salallahuallaihiwasallam

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Silaturahmi juga merupakan faktor yang dapat menjadi penyebab umur panjang dan banyak rizki. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi].

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

“Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya”. [Muttafaqun ‘alaihi].

Begitu banyak manfaat dari silaturahim, dengan kata lain tidak memutus tali persaudaraan, bermusuhan yang hanya mempertahankan ego yang tidak ada manfaatnya sama sekali, dan lagi-lagi hal demikian terjadi hanya karena urusan duniawi.
#Tinggalkan

Labels:

Monday, September 4, 2017

Oli yamaha vixion advance 2015

Apa yang sobat cari saat ini persis seperti apa yang udah saya alamin sekitar 2 tahun-an yang lalu, bingung pilih oli yang bagus dan pas buat kuda besi tunggangan kita.
Ma'lum... kesayangan emang perlu dimanja juga layaknya doi guys. Supaya perform tetep ok seimbang sama tampilannya yang kalem tapi garang.
Untuk standar pabrikan moto sport clas 150 CC keluaran yamaha ini memang menggunakan Yamalube Sport 4T, bukan berarti tidak bisa menggunakan pelumas yang lain, akan tetapi hanya direkomendasikan standar pabrikannya sob. Pernah ngejajal pelumas yang lebih mahal (sensor) SAE 15W-40 tarikannya enteng, ngerasa cocok nih. Eh... setelah >500 KM operan gigi jadi keras akhirnya balik lagi deh ke oli pabrikan yaitu Yamalube Sport 10W-40 tarikan mulus lagi. 


Kode SAE 10W-40 apa sih?
Nah, SAE itu (Society of Automotive Engineer) adalah lembaga standarisasi untuk pelumas. SAE 10W-40 ini adalah pelumas multi grade yang bisa berubah pada tingkatan suhu tertentu, artinya memiliki kekentalan 10 pada saat suhu dingin (mesin off) dan memiliki kekentalan 40 pada saat mesin on. Semakin besar angka SAE maka pelumas tersebut semakin kental.

Lalu yang kental seperti apa yang bagus? Pelumas standard moto 4T 150 cc Yamaha merekomendasikan (Yamalube sport SAE 10W-40) tentu sudah disesuaikan dengan kondisi mesin pabrikannya guys, dan pelumas ini yang gue rasa paling cocok setelah ngejajal pelumas yang lebih mahal lainnya dan ganti pelumas motor anda setiap 1000 - 1200 KM sekali supaya tarikan tetap mulus.

Labels: ,

Berhuznuzhon pada Allah (Optimis)

Mengeluh memperkeruh suasana, tidak hanya pada diri sendiri, orang  disekeliling, atau orang yang kita sayangi. Melainkan hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta'ala Tuhan sang pencipta Alam semesta beserta seluruh isinya ini.

Kenapa demikian?

Orang yang mengeluh cenderung tidak ikhlas menerima takdir, padahal tanpa disadari hanya sedikit kesakitan yang ia rasakan padahal begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan. Nafas ini, oksigen yang masih kita hirup dengan cuma-cuma, Gerak, peka, rangsangan dari setiap panca indra yang masih aktif normal.

Lalu kenapa kita masih merasa kurang ini dan itu?

Mengutip hadits sohih Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku).

Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap optimis bersungguh-sungguh dalam memohon.

Labels: ,

Saturday, September 2, 2017

Lawan, lawan, lawan. Bongkar, bongkar, robohkan

"Kebenaran memang butuh nyali
tak selalu harus ditutupi
jika kata tak lagi mampu dipahami
haruskah belati yang mengganti?"
-kutipan-

Kami bukanlah orang jalanan, yang dengan kekerasan mampu menawan
tetapi kami adalah orang terdidik yang berpikir cerdik namun tak licik.

Lawan, lawan, lawan...
bongkar, bongkar, robohkan...

Segala bentuk penindasan, pemerkosaan terhadap hak hak relawan.

Kami bukan robot yang diciptakan sesuai setingan, tapi kami manusia yang ingin berkembang untuk kebaikan.

Labels: ,