Monday, February 27, 2017

KENAPA HARUS KULIAH

Asalamuallaikum warahmatullahi wa barakatu
Selamat malam pemirsa, hee ...

Ga ada bosen nya nulis nih, ini emang hobi gue selain baca. (cieee so kutu buku banget)
semoga apa yang gue tulis bisa jadi ladang amal yang terus ngalir semakin banyak yang baca, tentu dengan konten - konten yang baik, positif, dan luar biasa.

gue sama seperti temen - temen yang punya prinsip dalam menjalani hidup ini, dengan nulis ini adalah salah satu prinsip gue I think and I write. (Ups... emang itu termasuk prinsip ya?) yaaasudahlah...

Oke... Kali ini gue pengen berbagi semangat nih buat temen - temen. 
Terkait judul tulisan ini diatas

kenapa harus kuliah?

Gue rasa temen - temen juga rasanya sudah tau kenapa harus berpendidikan tinggi? yaa... minimal sarjana kali ya, tapi emang ga sedikit juga yang masih ga kepikiran kesitu atau masih berpikirnya jangka pendek (lulus SMA/SMK kerja di PT udah gitu aja, gaji UMR) "Iya kalau lu masih muda, masih produktif, masih laku. Kalau udah lewat masa itu?? ini belum ngomongin kerja sistem kontrak ya.... Sakit banget kan !!!".

Sedikit rada berat ya kita bahas. hee...
ASEAN Economic Community (AEC) atau orang lebih mengenal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagaangan bebas antara Negara-negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian ini.
Sederhananya, bakal ada kompetisi perdagangan bebas dari 10 negara tersebut, engga cuma itu, disini juga bakal ada persaingan SDM (Sumber Daya Manusia). 
Mungkin ga perusahaan - perusahaan itu lebih memilih SDM WNA dari WNI? 
Mungkin banget kalau kita masih ga sadar juga penting nya pendidikan. (sakit lagi nih orang - orang asing itu di Kantor, kita yang asli masyarakat Indonesia jadi buruhnya).

Apalagi disini nih . . . Kawasan industri dan perkantoran dengan UMR terbesar di Indonesia, Bekasi (mana orang Bekasi, ngopi barenglah ayo), Karawang, Jakarta, Tangerang pasti bakal di serbu sama si Bolang - si Bolang yang emang udah ahli. Sebut saja seperti Accounting, Auditor, Manajemen SDM.

Ada juga yang bilang yang penting skill, sarjana ga punya skill buat apa?
emang ada beberapa bidang yang bisa dipelajari otodidak, seperti TI (Technology 
Information), apalagi? udah cukup kali ya.. selebihnya emang harus dipelajari di Kelas.

Banyak alasan kenapa ga kuliah, bisa dari faktor ekonomi yang ga mendukung atau emang udah nyaman segitu - gitu aja. 
Kalau dari faktor ekonomi, banyak ko kampus - kampus yang nyediain beasiswa, kontek - kontek gue deh...
kalau dari faktor udah ngerasa nyaman dengan posisinya sekarang, serius.. mulai bergerak sekarang juga (putus, rantai putus sekolah) sekarang juga yang udah turun temurun dari keluarga. kalau engga gitu selamanya bakal gitu - gitu aja (apaan sih gitu, gitu, gitu hehee). Kita harus jauh lebih maju dari Orang tua kita. #Paksakan

Faktanya !
yang bergelar sarjana atau diatas SMA lebih banyak peluang kerja, gaji lebih besar, dan besar juga peluang bisnisnya dari jaringan - jaringan yang sudah dibangun selama di Kampus. "Mungkin banget dong..".  Soalnya pengalaman gue di Kampus ga cuma belajar, belajar, belajar terus... banyak Organisasi kampus yang mahasiswa/anggotanya belajar tentang pembentukan karakter, pengendalian diri, kepemimpinan, keterampilan dalam pemecahan masalah dan masih banyak lagi. Dari sini udah terlihat perbedaan sikap, cara berpikir jadi lebih kritis.

Ga pake data statistik juga kita tau kan orang yang berpendidikan kualitas hidupnya lebih baik, "coba inget - inget" tetangga atau temen kita. tingkat kepercayaan diri bertambah, produktif, mampu berkomunikasi dengan baik dan masih banyak lagi alasan kenapa harus kuliah.


Peduli sama pendidikan ??
Ayo share, jangan biarkan lebih banyak lagi yang putus semangat.


#Nuhun

Mahasiswa semester 6 Akuntansi

STIE TRI BHAKTI 

BACA JUGA : KAMPUS BEKASI







Labels:

Saturday, February 25, 2017

SUKU SUNDA




Suku Sunda adalah kelompok etnis yang berasal dari bagian barat pulau Jawa, Indonesia, dengan istilah Tatar Pasundan.
Orang Sunda tersebar diberbagai wilayah Indonesia, dengan provinsi Banten dan Jawa Barat sebagai wilayah utamanya.
Jati diri yang mempersatukan orang Sunda adalah bahasanya dan budayanya. Orang Sunda dikenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang dan bersahaja. Orang Portugis mencatat dalam Suma Oriental bahwa orang sunda bersifat jujur dan pemberani. Orang sunda juga adalah yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik secara sejajar dengan bangsa lain. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain pada abad ke-15 dengan orang Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dituangkan dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh Sunda juga menjabat Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden pada kabinet RI.




Disamping prestasi dalam bidang politik (khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia) dan ekonomi, prestasi yang cukup membanggakan adalah pada bidang budaya yaitu banyaknya penyanyi, musisi, aktor dan aktris dari etnis Sunda, yang memiliki prestasi di tingkat nasional, maupun internasional.

Mungkin kata sunda masih terdengar asing dikalangan orang luar Pulau Jawa, karena memang etnis ini berada di Pulau Jawa yang saat artikel ini ditulis memiliki 6 Provinsi yaitu :
  1. Provinsi Banten
  2. Provinsi DKI Jakarta
  3. Provinsi Jawa Barat
  4. Provinsi Jawa Tengah
  5. Provinsi DI. Jogjakarta, dan
  6. Provinsi Jawa Timur
Dari 6 Provinsi tersebut hanya ada 2 Provinsi yang penduduknya asli suku Sunda yaitu Jawa Barat dan Banten. Karena keberadaannya yang terletak di Pulau Jawa terbentang panjang sekitar 1017.5 KM dari ujung Barat sampai ujung timur dan mayoritas penduduk nya suku jawa, itu yang menyebabkan bahwa ke-2 suku ini adalah sama, padahal setiap orang sunda sama sekali tidak mau disebut suku jawa. Terlebih lagi setelah terkontaminasi oleh kidung sunda yang belum jelas kebenarannya, yang banyak artikel menyebutkan itu hanya untuk menjalankan politik dumping Belanda (politik adu domba) untuk memuluskan masa kolonialnya dari keterdesakan oleh pejuang kemerdekaan. Sedikit mengenai kidung sunda 

Kidung Sunda ini diterbitkan oleh C.C Breg (Sejarawan Belanda) pada tahun 1927 - 1928 bersama dengan kitab kidung sundayana. Kitab ini diterbitkan setelah kitab pertama yang memuat kejadin serupa mengenai perang bubat yang terbit terlebih dahulu di kitab serat pararaton hasil penelitian dan terjemah DR JLA Brandes (peneliti sejarah dari Belanda yang paham bahasa Kawi - Jawi kuno).

Oke... Bukan itu yang ingin saya tulis kali ini, mungkin di postingan selanjutnya.

Jadi, dari adat, budaya, bahasa, aksara/abjad sunda serta kearifan lokal yang dimiliki orang sunda, serta keluhuran nenek moyang pada zaman Kerajaan - Kerajaan yang berada di Wilayah tatar Pasundan, ingin menunjukan eksistensi suku sunda.





Menurut narasumber yang berhasil dikoreksi keterangannya
Kata Sunda awal mula digunakan oleh Raja Purnawarman Raja Kerajaan Tarumanagara pada menjelang abad ke-4 hingga abad ke-7 yang merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yaitu kerajaan Hindu beraliran Wisnu


Tujuannya dipilih nama Sunda sendiri untuk mengembalikan pamor Tarumanagara yang semakin menurun, pada tahun 670, Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13, mengganti nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda. Kemudian peristiwa ini dijadikan alasan oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. Dalam posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan raja Galuh. Akhirnya kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batasnya. 
Kenapa dipilih nama SUNDA?
Menurut Rouffaer (1905: 16) menyatakan bahwa kata sunda  berasal dari akar kata sund atau kata suddha dalam bahasa sansekerta yang memiliki arti bersinar, terang, berkilau, putih.
(Williams, 1872: 1128, Eringa, 1949: 289). Dalam bahasa Jawi Kuno (Kawi) dan bahasa Bali juga terdapat kosa kata Sunda yang artinya bersih, suci, murni, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada (Anandakusuma, 1986: 185-186; Mardiwarsito, 1990: 569-570; Winter, 1928: 219).


Wilayah kekuasaan 2 kerajaan sunda di Jawa bagian barat dan Lampung
Read more »

Labels: , , ,

Kampus Bekasi







Berdiri sejak tahun 1996, STIE TRI BHAKTI berkomitmen memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. STIE TRI BHAKTI berhasil melaksanakan proses pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Hal ini dibuktikan dengan alumni yang mampu bersaing dan berprestasi di Dunia industri maupun dibidang wirausaha. Kurikulum dan kegiatan kemahasiswaan diarahkan pada pembentukan keahlian dan sikap mental untuk sejahtera, Sehingga mahasiswa dan alumni memiliki kompetensi dan keterampilan untuk berhasil dalam profesinya meraih kesuksesan financial serta mampu memberikan konstribusi kepada masyarakat. STIE TRI BHAKTI terus bergerak maju untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera. We Educate for Financial Succsess


Read more »

Labels: