Thursday, November 28, 2024

Kenanga ataukah melati

Dikala riuh suasana canda tawa perlahan hilang tanpa sadar
Remang cahaya lampu itupun kian  larut tanpa kabar.

Tergugah aroma wangi yang semakin menebar
disekitar tempat ini pernah kita bersandar

Melati ataukah Kenanga?
Aroma khas yang terasa tampak samar, kerap membawa hal yang dianggap tak wajar.

Lagi dan lagi, kita tak terlalu menghiraukan.
Mungkin karena aromanya tergerus oleh wangi disetiap hembus nafasmu, Mungkin dinginnya telah terselimuti hangat genggaman erat tanganmu.

Pojok kampus ini yang tampak sepi, hilang sunyi seakan mati.
Bagaikan hati yang tak pernah bertepi.
biarlah ku pergi dengan sejuta mimpi.

By Cep_yana


Labels:

Friday, December 1, 2017

Berduri tajam

Hangat kejauhan yang dirasakan
Tapi dingin ketika bersentuhan
Berduri tajam menusuk badan
Kau kejam merusak haluan

Kembali beranjak dan pergi kembali
Tak mungkin lagi datang dan menghampiri
Seperti peri tapi berhati duri
Kau kejam membawa perih

Mulutnya berpuasa
Menahan setiap makanan yang ada
Tapi hatinya berbisa
Menghakimi hati yang tak berdosa

Matanya tajam waspada
Melihat setiap gerak gerik yang ada
Tapi tak sebaik yang dikira
Hatinya lebih rapuh dan tak siaga

Sungguh kejam ku rasa
Berkata cinta tapi hanya pura-pura
Berkata sayang tapi untuk dibuang
Lebih baik ku pergi dan menghilang

Meninggalkan kenangan perih yang menyakitkan..

Puisi by Lia Sisca Damayanti, S.E
Rabu, 22 November 2017
PT BUMA, Jakarta Utara

Labels: ,