Berduri tajam
Hangat kejauhan yang dirasakan
Tapi dingin ketika bersentuhan
Berduri tajam menusuk badan
Kau kejam merusak haluan
Kembali beranjak dan pergi kembali
Tak mungkin lagi datang dan menghampiri
Seperti peri tapi berhati duri
Kau kejam membawa perih
Mulutnya berpuasa
Menahan setiap makanan yang ada
Tapi hatinya berbisa
Menghakimi hati yang tak berdosa
Matanya tajam waspada
Melihat setiap gerak gerik yang ada
Tapi tak sebaik yang dikira
Hatinya lebih rapuh dan tak siaga
Sungguh kejam ku rasa
Berkata cinta tapi hanya pura-pura
Berkata sayang tapi untuk dibuang
Lebih baik ku pergi dan menghilang
Meninggalkan kenangan perih yang menyakitkan..
Puisi by Lia Sisca Damayanti, S.E
Rabu, 22 November 2017
PT BUMA, Jakarta Utara
0 Response to "Berduri tajam"
Post a Comment